Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts

Monday, July 21, 2008

strong...

I asked for strength, I was given difficulties to make me strong.

I asked for wisdom, I was given problems to solve.

I asked for courage, I was given obstacles to overcome.

I asked for favors, I was given opportunities.

I asked for love, I was given people who need love.

I received nothing I thought I wanted and everything I needed.

and
I realize I didn't know what I want.....

what kind of man that I become.....????

and still

I'm not the one that you want.....

Sunday, March 09, 2008

ayat-ayat cinta (3)


okay
mari kita lanjutkan...

mungkin skarang tulisanku akan sedikit "menyerang" dri sebelumnya....

and
"PART" of these story is happen to me


dulu....
pernah ada cowo-akhwat yg pacaran....
sebenernya awalnya cowo ama cwe sich..
karena kuatnya pengaruh LDK kmpus dan alhamduliLLAH dech...
si cewe dapat hidayah dan berubah menjadi akhwat ( ngerti kan maksudku )
sedangkan si cowo...
masih menjadi cowo, ( sbenernya juga mendekati jadi ikhwan-ikhwan juga sich )
(
g tau kenapa,
liqo sepertiny lebih efektif di kalangan akhwat....
coba liat aja
bandingkan jumlah akhwat dengan jumlah ikhwan disekitar kita...
lebih banyak akhwat kn ???
)

someday..
(this story not comfirmed)
liqo si cwe minta untuk tidak pacaran lagi ... a.k.a putus ama pacarnya...
terlepas adanya masalah apa antara cowo itu dan akhwat itu...
soalnya sepertinya g ada masalah tuh, mereka baik2 aja kok

sekarang mulai muncul pertentangan antara kata "pacaran" ama "ta'aruf"

"pacaran" menurut akidah emang g bisa dibenarkan juga...
karena lebih mendekati zinah.... dengan segala dalilnya
( yg sbnernya aku setuju,(g penting juga aku setuju ato g, fiqihnya dah gitu kok??? :P ))


namun...
tetaplah tidak bijaksana untuk menjudge pacaran itu adalah suatu hal yg haram....
memang konsep pacaran untuk jaman sekarang udah sangat jauh salah arah....
dan hukum islam yg cendereung preventif, let say no for everything that not safe.


tapi, menghakimi tanpa hikmah( tanpa tau duduk persoalan sebenernya )
juga bisa berakibat neraka tanpa hisab.....
( nah lo, pak Hakim... hati-hati... neraka tanpa hisab itu serius lho :P )


tidak bermaksud menghakimi...
semoga ceritaku ttp obyektif...

selama mereka pacaranya...
si cowo alim-alim aja kok, ( hampir menjadi ikhwan juga )
dan aku rasa mereka juga ga begitu macam2 klo pacaran...
( jalan bareng, antering pulang, boncengan,
klo pegangan tangan itu salah, ( emg salah sich :( ) yaaaaa, mereka emg berdosa )
tpi sepertinya tidak mendekati zinah dech...

atau ini cuma masalah yg sperti dceritain "HITCH"

jadi klo mo deketin cewe,
deketin juga temen-temennya....
.
kalau persetujuan temen cewe sangat lah penting dalam menjalin hubungan dengan cewe...
( makanya "pencomblangan" lebih populer di kalangan cewe kn ??? )


tunggu dulu...
untuk mendapat persetujuan dari liqo nya
cowo itu kudu lebih "ikhwan" dong...
atau emg kudu ikhwan aja yg pntas bersanding dengan akhwat
sudah "ikhwan",
ato menuju "ikhwan"...
???
ini sedikit menjelaskan klo
pelaku ta'aruf memang dari kalangan itu saja....
like has been confirmed by my akhwat friend:

LINGKARAN ITU EMANG ADA

(hmmmmmmmmmm,
mungkin spertinya aku kudu lebih memperjelas
siapa / apa yg di maksud akhwat dech......
g ya....
)



ntar dulu dech yg itu...
jadiiii..................
kmarin-kmarin setelah beberpa lama
aku ketemu si cowo
dengan keadaan yg menurutku cukup memprihatinkan...
g ada ikhwan-ikhwannya banget....
g mencerminkan muslim banget
( tpi masih suatu pemandangan yg normal di budaya pop sich..
g hancur2 amat sich, untuk budaya pop,
g sampe jadi "brengsek kok
tpi "hancur" aja, klo dari kacamata tarbiyah
sooo, jangan mikir trlalu jauh ya...
scale may differ
)

pacaran emg banyak sisi negatifnya...
tapi knp tidak dilihat sisi positifnya juga ???
klo saja permintaan liqo untuk menyuruh putus itu tidak ada...
( yakini juga liqo meminta itu dgn alasan)
mungkin si cowo g "sehancur" sekarang....


bercermin dari situ...
aku cm merasa I knew the position...

ada pepatah...
woman can complete a man
completely good, or completely bad


sejarah mencatat.....
semua keberhasilan pria dalam sejarah, tidak terlepas dari wanita disampingnya
bahkan RasuluLLAH SAW tak terlepas dari dukungan Siti Khadijah RA

tapi sejarah juga mencatat
Perang Dunia I dan II bermula karena urusan wanita
walo karena wanita juga itu berakhir

so please woman...
realize your cast in this world....
not only became nuemman machine...


I've been there..., or being there...
dalam kesendirian ku...
rasanya banyak banget godaan yg kupikir adalah godaan yg ringan,
untuk aku yg dulu...
tapi knp aku begitu lemah dalam menghadapi cobaan2 ini ?
hmpir kalah malah...
atau sudah ???



islam sudah sangat menjelaskan prosedur yg jelas untuk hal ini
karena memang pernikahan memang masalah yg sangat krusial...
( ya pasti lah ),
tapi jujur aja, aku merasa untuk urusan 1 level dibawah pernikahan

penjelasan ttg ta'aruf adalah satu-satunya clue
cukup jelas sii....
step-by-step...


ikhwan mulai mendekati akhwatnya melalui liqo / guru ngaji nya,
tuker-tukeran biodata / cv ( jadi mikir kontak jodoh :P)
lanjut...
dipertemukan dibawah parental advisory untuk memastikan keseriusan dan menjaga hal-hal yg diinginkan :P
jika proses ini berjalan baik...
seminggu / 2 minggu adalah term yg cukup untuk naik ke level selanjutnya (pernikahan)...


pernikahan bukanlah hal yg seharusnya dipersulit, tapi tetep bukan hal yg mudah untuk diputuskan.


tapi yg aku rasakan adalah
prosedur itu hanya bisa bener2 dijalankan di kultur yg islami banget...
dimana pelakunya ikhwan, akhwat dan di lingkungan tarbiyah...
untuk budaya yg telah terlanjur ter-asimilasi seperti di Indonesia
terutama lingkunganku (jakarta) ...
( atau yg terjadi padaku hanya anomali ? )
aturannya g begitu jelas ( bagiku )
yg terjadi adalah pemaksaan aturan (atau menegakan aturan tanpa memberi pilihan....)
( yaaa, emg kudu gitu sich, aturan dibuat bukan untuk dilanggar)
ehmmm....
emg g bs ya, mencari jalan tengah ???
( sepertinya ini membuatku masuk ke dalam golongan "orang-orang pencari celah")
mungkin ini menjadi semacam "proses seleksi" untuk mendapatkan akhwat....
tapi kok malah tarbiyahnya jadi seperti g ikhlash...
tarbiyah nya untuk mendapat ridho ALLAH SWT
atau mendapatkan akhwatnya....????
( emg g boleh ????
bagi cowo, sebenernya setiap pergi berperang, mereka siap untuk kalah...
mereka siap untuk merasa gagal / digagalkan, but decisioned after the fight
)

even kalo at the decisive point si akhwat bilang g bisa dilanjutkan ta'aruf nya
itu adalah hal yg bisa diterima cowo ( harusnya sich.... :P , with a good reason please)
tapi setidaknya... si cowo bisa mendekati untuk menjadi ikhwan / ato bisa menjadi ikhwan...
( dan dapat dengan mudah mencari akhwat-akhwat lain :P )
atleast at this point DAKWAH si akhwat bisa dinilai BERHASIL kan?


ok,
this is happen to me

aku pernah mengajak ta'aruf seorang akhwat...
(cukup kufu, mungkin terlalu kufu)
sampai suatu ketika aku "ditantang" untuk menikah dengan dia...
just about waiting my readyness..

but I think its gonna be that easy, that fast
there is something about be need to be fixed first...
I didn't have heart based relationship to her yet
( and for there girls ( akhwat (this level akhwat))
its forbidden until they get married, hmmm, logical )
I just choose her, cause she met my criteria...
like Aa Gym said, choose your wife based by criteria aja,
pilihlah istrimu berdasarkan 4 perkara
hartanya...
keluarganya...
kecantikannya...
dan agamanya...... ( she only met two )
so you'll have open set for your wife...???


I'd try to believe that...
( even I know, my wife is an exact one, who have all connection to me,
katanya "wanita-ku" adalah tulang rusukku yg hilang kan ???
so, my wife ( whoever it would be ) is not an open set )

trying to think that I would get "other connection" after get married...
klo emang di-ridhoi ALLAH SWT, pasti diberikan kok...
katanya ala biasa karena biasa
katanya witing tresno jalaran soko kulino ( bener ga sich ? :P )

even I knew
I wouldn't even touch her ( cause hijab thinks )
before we get married.
but I'm also knew, I won't touch any girl that I didn't really knew intentionally...
( hi, it's crowd society I'm livin' in :P )

I mean to start heart connection initialiation before I get married..

one thought....
kalau aku bener2 menikah dengan akhwat itu...
dengan blum adanya hubungan perasaan yg cukup kuat terjalin...
berharap akan tumbuh setelah menikah....
pasti ada masa2 dimana mereka "berhubungan" tanpa "perasaan"
halal siiiiiiiiiich... tapiiiiiii..........



ga tau sich...
ada temen akhwat ku yg mengalami itu,
toh anaknya lahir tepat sembulan bulan setelah mereka menikah....:p



gimana sich van ???
(seems like complicated me ???)
ga kok
I just expecting what every one expect...
a perfect marriage.
with ridho ALLAH SWT
with parents blessing
with friends support
with KUA administrative also....

pernikahan kan bukan hanya menyatukan 2 orang
tapi juga
2 keluarga
2 komunitas juga kan ??
dan terpenting izin dari YG DIATAS



but still
THANX GOD
ALHAMDULILLAH aku ga jadi menikah dengan akhwat itu...
( she drop the ta'aruf a.k.a she dump me :( )
terlepas dengan implikasi negatif kejadian itu....
itu tetep bagian hidup yg hanya bs aku syukuri
tapi juga harus kukubur dalam-dalam...



mulai kepanjangan
ntar aku lanjutin lagi...
sorry klo masih ide yg gantung....
....
...
..
.

Tuesday, December 04, 2007

Konvergen



sadar ga sich
klo manusia itu konvergen
tindakannya
pilihannya
hidupnya....

semuanya ujung2nya akan konvergen ke 1 hal

hati juga

pasti hanya akan kembali ke 1 hati lain...



Monday, November 19, 2007

better???



"mungkin besok akan ketemu yg lebih baik lagi"

itu kalimat conforming yg paling sering diberi temen-temenku klo aku habis curhat ( cowo??? curhat ?? :P )
soal kejadian kemarin klo aku kembali ditinggal nikah ama "adik" ku LAGI
dikecewain lah...., pokonya ttg2 itu dech.... ( you know what I mean :P )


aku cuma bisa iya kan aja....
ga mikir macam2
mungkin emang itu rencana ALLAH sich
alhamduliLLAH

tapi kmarin...
diberi kalimat itu lagi..
jadi mikir juga

"lebih baik" gimana maksudnya ??

selama ini
semua orang yg ninggalin aku,
ato emg ga bisa terus ama aku untuk terus kearah sana
memiliki hal terbaik yg pernah ku tau..
( mungkin karena aku emg sayang mereka
(ehmmmm, bukan mereka sich, tp dia, dia , dia , dia dan dia, (ga dalam 1 waktu cuy, aku bukan playboy )
)
dan ga semuanya sempet "jadian", yaaaa
at least ngecengin lah...


apa ada yg lebih dewasa dari dia1 ??
apa ada yg lebih manja dari dia2 ???
apa ada yg lebih cantik dari dia2 ???
apa ada yg lebih lucu dari dia3 ??? yg wajahnya imut banget....
apa ada yg lebih jago masak dari dia3 ?? yg masakannya diakui enak oleh 1 angkatan dan 1 unit kegiatan
apa ada yg lebih pinter dari dia4??? yg IPnya 4 ,3 tahun berturut2...
apa ada yg lebih pintar agamanya dari dia5 ??? yg seorang mentoring annisah
apa ada yg lebih fasih ngajinya dari dia5 ??? yg udah dilevel hafidz??
apa ada yg lebih ikhlas dan tulus dari dia6 ???



begitulah....
loving her, her, her, her, her and her
make me able to see the best of her, her, her, her ,her and her
and make me FEEL enough with it.

actually dia6 yg ngajarin perasaan itu,
even she didn't as smart as dia4,
as funny as dia3,
cook better as dia3,
solehah as dia5,
islam knowledges not as much as dia5,
but still she tough me
such a great lesson
to say something is enough....


nah..

what kind of better did you mean ???

meeting the one who have it all ??

( even I still knowing 1 girl who have those "better" criteria :P )
I'm not looking for the best.... ( yeah, I know, still "what kind of best" question)
may be the best by ALLAH you mean, but I could I know that????

so
what I can say is
I just looking enough one.....
and can see me as enough too

I know
people are improving...
we can't say enough and people are changing
but
at the time when decision has to be made ???
please....
take the enough word








tulisan ini juga dikarenakan aku yg ga mampu mengatakan cukup waktu itu

Wednesday, November 14, 2007

awal cerita akhir

kau boleh menangis
derasi arus dengan airmatamu...
kau telah terluka
tetesan hati dengan darah penuh perih....

tapi cukupkanlah
tangismu tak akan mengantarkanmu pada muara
lukamu tak akan tumbuhkan senyum....

ambillah saat ini untuk dirimu sendiri...
saat ini saja...
karena nanti,
pada hembusan nafas baru
ini bukan tentang dirimu
juga bukan tentang diriku....
bukan tentang dia....
bukan tentang mereka...
karena bukan tentang siapa-siapa....

pada nanti
kau boleh tertawa....
kau boleh terdiam....
kau boleh tetap menangis....
terserahmulah....
akupun begitu....
bukan kau tak penting
bukan karena tak ada arti....

tapi dari rangkaian aku, kamu, dia....
dan mereka....
cerita baru akan terajut...
gambarkan waktu yg terus berjalan...

nah....
kau ikut ???

Thursday, November 01, 2007

planless

untuk hal sebesar itu...
aku memulainya tanpa perencanaan ...


bodoh kah ??
gegabah ??
konyol ??


mungkin....
km bisa mengatakannya seperti itu...

tapi alasanku kali ini cuma.....
Aku cuma ingin percaya....
urusan ini urusan YANG DIATAS


padamu ALLAH
aku pasrahkan hidupku....

Tuesday, October 30, 2007

Sajadah Makin Lebar

Tersandarku ke belakang kursi sambil coba meluruskan tubuh, juga tanganku. Tertengadahnya kepala membuatku melihat jam yang sudah menunjukan jam 11 siang. Dengan malas, aku memundurkan kursi dan kemudian berdiri. Terpikir tanggung, ingin rasanya kulanjutkan pekerjaanku, tapi...... Ah sudahlah, akhirnya kutinggalkan pekerjaanku untuk sholat Jumat.

Aku meraba mencari sajadahku di lemari yang berada di belakangku. Suasana baru, maklum aku baru minggu ini mulai bekerja di kantor ini. Pekerjaan baruku ini, sebagian besar hanya akan berada di belakang meja, lebih mengandalkan pemikiran dan ide dari pada kerja otot. Kadang jika ide sudah datang, apapun akan kulewatkan. Tapi kali ini aku hanya sedang membuat laporan, sehingga dapat kutinggalkan.

Ini sajadah baru, aku beli khusus untuk kupakai di kantor. Maklum, di dekat kantorku ada masjid yang megah kalau jumat begini akan ramai oleh para karyawan di komplek perkantoran sekitar. Aku beli yang baru soalnya kupikir akan repot jika setiap pergi dan pulang harus membawa sajadah. Karena kupikir akan dipakai di masjid yang megah, maka aku memilih sajadah yang lumayan bagus dan lumayan mahal.


Sajadah ini ukurannya lebih besar dari pada yang kumiliki di rumah, maklum satu yang di rumah sudah aku pakai sejak aku mulai ngekost untuk kuliah. Lebarnya selebar lututku saat duduk bersilah, dan kupikir memang itulah patokan ukuran sajadah ini. Warna dan motifnya cukup mencolok, sangat mengesankan kalo sajadah ini mahal.


Aku keluar dan langsung berjalan menuju masjid besar itu. “nambah-nambah pahala sedikit-lah”, pikirku. Aku tak sadar besarnya masjid itu membuat kabur jaraknya dengan kantorku, ternyata jaraknya mencapai sekitar 500m, belum lagi halaman masjid itu luas untuk tempat parkir. Aku baru sadar kenapa teman-temanku lebih memilih memakai mobil dari pada langsung berjalan ke sana.


Sampai disana, ternyata bagian dalam masjid itu sudah penuh. Jadi aku putuskan untuk mengisi bagian kosong teras belakang, tepat di belakang tembok. Di sebelahku kananku sudah ada seorang bapak, namun di sebelahku kiriku masih kosong. Aku langsung bentangkan sajadahku kemudian sholat tahiyatul Masjid.


Setelah selesai, aku baru sadar bahwa ternyata sajadah bapak tersebut juga seukuran
dengan punyaku. Memang lebih bagus, karena mungkin lebih mahal. Aku tersenyum dan bersalaman, kemudian langsung lanjutkan membaca Yassin dan berdzikir.


Tak lama datang lelaki yang tampaknya tak jauh lebih muda dariku. Dia langsung membentang sajadahnya dan langsung sholat, pokoknya persis seperti aku tadi. Namun setelah bersalaman, benakku mulai terganggu. Aku baru sadar bahwa sajadah orang di sebelahku hampir sama dengan punyaku. Kulihat sekeliling, walau tak semuanya, ternyata kebanyakan sajadah yang ada, hampir seukuran dengan punyaku. Memang, sajadah itu bagus-bagus, dan hampir aku minder karena sajadah mereka lebih bagus. Sesekali aku tersenyum memikirkannya. Khatibpun naik mimbar.

'kan ga boleh bicara setelah khatib naik mimbar '

Iqamah berkumandang, kami semua bediri, tampak pergerakan orang-orang maju ke depan untuk mengisi shaf yang kosong, namun karena aku berada di belakang tembok, aku hanya mengunggu orang di sebelahku untuk bergeser ke kanan atau ke kiri. Aku bergeser ke kanan dan sehingga membuat ruang yang sekiranya cukup 1 orang lagi. Tepat di antara batas sajadahku dengan orang di sebelah kiriku. Aku sendiri tepat di pinggir kanan sajadahku dengan sedikit menginjak sajadah Bapak disebelahku.

Aku memandang ke belakang, mempersilahkan orang di belakang untuk mengisi tempat kosong yang kubuat. Aku lihat orang yang tepat di belakangku ada lah bapak-bapak yang cukup gemuk. Kupikir pantas bapak ini tidak mau maju kedepan, mungkin ruangnya kurang luas untuknya, jadi aku geser lagi posisiku ke kanan, sampai bahuku menyentuh bapak yang di sampingku. Bapak itu sedikit bergeser, aku senang karena kupikir bapak itu merapatkan shaf juga. Sekarang kulihat ruang itu sudah cukup, imampun sudah takbiratul ihram. Namun yang kulihat bukan bapak yang tadi yang mengisi ruang yang kubuat, namun bapak tua disebelahnya.

Setelah itu Aku langsung takbiratul ihram, dan sholat.

( masa sholat jumat pk diceritain lagi )

Selesai sholat, wirid dan berdoa, saat kupikir cukup doa-ku. Aku ingin segera kembali kantor. Namun aku tak bisa langsung melipat sajadahku. Ternyata bapak yang tadi maju, sedang melakukan sholat sunah, aku harus menunggunya. Sholatnya cukup lama, perasaan terburu-buru ku mulai muncul. Ya, mungkin karena tidak tahu harus berpikir apa.

Bapak itu selesai sholatnya, dan sedang melengkapi sholatnya. Aku tersenyum, sambil menarik sedikit sajadahku, bapak itu mengerti dan mengangkat pantatnya sehingga aku dapat menarik sajadah ku.

Jujur saja, harus aku akui sholatku tadi kurang khusyu. Aku terus terpikir akan renggangnya shaf-ku. Sebenarnya aku tau, bukan hanya shafku, tapi juga shaf-shaf lain sekitarku. Aku maklumi semua kejadian di masjid tadi, tapi kenapa aku merasa ada yang salah.

Ok, dengan menggunakan sajadah yang bagus akan makin menunjukkan keseriusanku(kami) dalam beribadah...... tapi sebagai bayarannya???? layak kah ??? riya kah??? tak terpikir olehku ke arah sana saat membeli sajadah ini....
yang terjadi bukan kehendak kita, apapun niat kita... sadarlah, yang terjadi mungkin diluar rencana kita, bahkan diluar pemikiran kita saat itu..... SECERDAS APAPUN KITA, KITA TETAP TIDAK AKAN TAHU BENAR SALAH, KARENA MEMANG TIDAK AKAN PERNAH JADI KUASA KITA. satu-satunya yang dapat kita lakukan hanyalah meniatkan segalanya hanya karena ALLAH....

Tak tahu kenapa, aku teringat saat kecilku di kampung. Setiap hari Jumat aku membantu pengurus masjid mempersiapkan sholat jumat. Mulai dari membersihkan masjid, mengisi tangki air whudu, sampai membeberkan kain putih panjang sebagai penanda shaf. Aku ingat orang-orang kampungku tak begitu banyak yang membawa sajadah sendiri saat sholat jumat. Jadi kain putih itulah yang menjadi tempat sujudnya. Namun yang pasti, shafnya lebih rapat dari yang tadi, mungkin sangat rapat.

Sedikit terpikir olehku, yang membuat jarak antara aku dan orang-orang sebelahku adalah sajadahku ini, ehmmm............... sajadah kami.


Mungkin dengan niat untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan ALLAH, beberapa dari kita malah mengurangi kualitas hubungan kita dengan manusia lain. Bahkan dengan dalih itu juga... telah terjadi exclusivitas dalam beribadah, berdakwah dan cara hidup....
tidak brtentangan memang,
tapi membatasi diri untuk menyatu...

Wednesday, October 24, 2007

Dia yang melukaimu lebih menyedihkan lagi darimu

dari email teman, very inspiring....
nyemangati.
walo kejadiannya ga 100% sama....
tp mungkin di km2 ada yg sama....
tetep semangat...
:)



Terlambat ?



Enggak ada yang terlambat dalam mencintai seseorang...

Saat kau benar-benar mencintai seseorang ...

Walau kau terlambat menyadari namun itu bukan akhir dari cerita cintamu..

Namun, saat kau mulai menutup diri, dan menyerah berarti barulah kau
terlambat...

Dan menjadi orang yang tak perlu lagi diperhitungkan...!!



Merelakan..Melepaskan??



Kedua hal yang mengharukan saat-saat kau mencintainya dengan segenap
hatimu...

Kau benar-benar menawarkan perasaan cintamu..

Hingga kau rela melepaskannya jika ia memang akan bahagia..

Lebih baik melihat orang kau cintai tak lagi bersamamu, dibanding kau
bersamanya dan membuatnya jenuh...

dan tak bahagia berada di sampingmu...

Saat kau menyadari semua tidaklah kejam untukmu..

Namun kau beruntung dapat menyadari perasaan itu...



Menyedihkan..??



Ya..menyedihkan itu tepat untukmu yang menderita dalam percintaan ..

saat cintamu tak berbalas..

atau orang kau cintai telah berkhianat...

Tapi kau bukan orang yang paling menyedihkan...

Namun, Sadarilah..

dia yang melukaimu lebih menyedihkan lagi darimu...

Karna tanpa ia sadari...

ia menyia-nyiakan mu yang telah sangat mencintainya...



Salah Mencintai..??



Hanya dengan mencintai kau melihat dirinya sangat sempurna..

Namun mencintai bukan suatu kebutuhan tapi suatu pilihan..

Saat kau menganggap cinta itu bagai kebutuhan..

kau tak akan rela melepasnya...

Kau hanya boleh menyadari dia adalah pilihan mu bukan suatu kebutuhan yang
harus memenuhi hidupmu...

Maka kau akan sakit dan tak rela bila kau kehilangannya...



Cinta itu enggak selalu indah..

seindah dongeng cinderella berakhir bahagia..

atau romeo en juliet dgn kisahnya yang abadi...

Namun, kau bisa mencobanya...

Namun saat kau tak berhasil menciptakan cerita2 indah...

Kau hanya bisa merelakan nya...

Saat yang tepat kau akan temukan seseorang yang lebih baik dan mempesona...

Karena dibalik semuanya Tuhan mempunyai rencana yg indah untuk mu.......

Monday, August 20, 2007

love "perfection"


perfect...
sempurna
suatu kata yang sangat sulit dijelaskan apa maksudnya...
gimana ngukurnya....

malah kadang....
ada yg bilang...

"untuk jadi sempurna sesuatu harus juga mempunyai ketidaksempurnaan...."
"perfection require imperfection included..."

( aku sih yg bilang, blom pernah denger orang lain mengatakan ini... ( ato aku kurang baca2 kali ya ??? ) :p


ini dari kamus google,define: perfection

  • the state of being without a flaw or defect
  • paragon: an ideal instance; a perfect embodiment of a concept
  • the act of making something perfect
    wordnet.princeton.edu/perl/webwn

  • Perfection
    is a state of flawlessness. Something is called perfect when it has no
    flaws, or when it comes very close to this ideal.

    en.wikipedia.org/wiki/Perfection_(concept)

  • An action that has to be taken before a security interest is secured.
    www.sands-trustee.com/pq.htm


  • and if its combined with word "love......"
    how can you ever can describe it ???
    jelasin suatu ketidakjelasan atas suatu ketidakjelasan ???

    makin sulit kan ???


    but any way....
    its happen to me....
    and might be not only me....

    I have one "perfect" definition for my love...
    for the one I love...
    and I'm sticky on in...

    but..
    Love shows me...
    the most perfect love that I've got till now is come from the imperfect one (my perspective)...
    but actually I confident that I can give her perfect love from imperfect me......

    and
    the one that I saw as perfect one .....
    can't show me the perfect love.......
    (once again,... in my perspective )


    so ???
    what do you think ???
    how can you understand a "love perfection" ???

    differ from mind logic....
    heart have different system to valuate a things
    it is a value....
    but we can't compare it....
    we can't measure it....
    we only can feel it...


    we cant live only with heart..
    but cant only logic also....


    and in what level its made a change ???
    ehmmm...

    my answer is "our believes"....

    you ???





    Sunday, August 12, 2007

    I'll be arround



    I'll be arround
    adalah status YM favoritku...
    status ini udah sering kupasang waktu di kmpus...
    sebenernya waktu pertama ku buat
    status itu tertuju ke seseorang...
    untuk membuat dia comfort aja selama dia di kampus atau online...
    ( lagian gimana pun juga, aku emang berada di sekitar dia juga )

    sekarang....
    saat masa itu udah lewat....
    aku masih sering make status itu untuk mengatakan "I'll be arround" untuk orang lain...
    tapi sepertinya yg baru ini ga begitu ngerti apa maksudnya....
    dan dia malah mikir risih....

    jelas ga ada maksud untuk membuat dia ga nyaman....

    yg jelas aku yakin

    kalimat itu akan bermakna comforting kalau diterima dengan perasan sayang dan disayangi....
    tapi bisa juga akan berbentuk ancaman kalau dianggap musuh.....


    hehehehe...

    kalimatnya simple....
    tapi efeknya boleh juga
    .....

    so thats why its become my favorite status....
    even I rarely use it anymore, soalnya emang lagi ga ada yg ingin kukirimi pesan ini dengan maksud untuk mbuat dia comfort....

    dan spertinya hanya dia yg mengerti......
    D


    Powered by ScribeFire.

    Monday, July 09, 2007

    preliminaries

    ini...
    pembukaan versi baru dari blogs ku
    mulai sekarang aku akan mencoba "ncritain" status yang aku pasang di YM ku...

    karena kupikir-pikir
    aku suka pake status yang aneh....
    sering dapat koment dari aneh2 dari temen2 juga

    makanya aku jadi mikir
    mending aku jelasin status-status aku lewat blog...
    lumayan klo ada yg mampir bisa ngerti aku dikit
    :P


    ada beberapa status yg udah lewat pingin aku daftarin dulu....
    ntar klo ada waktu lebih ato aku pake status itu lagi, aku jelasin apa maksudnya....

    ini daftarnya
    • Where Are You when I need You
    • there is no "us" between U and me...
    • I'll be arround <== my favorite
    • dont be lovely if dont want be loved
    ntar daftarnya aku tambah....
    siapa tau status aku bisa km pake juga kan
    :D
    tapi buat quote sendiri dong...
    yang dalem....
     kaya aku
    :p



    Friday, May 19, 2006

    Z

    the last letter in alphabet
    I see it as an "END"

    that's why I put it at the END of my nick
    :P

    time ????
    can we let the peace come ????
    please dont give me an end when I start
    I don't wanna understand you
    cause I won't be able

    Z
    stand for zombie
    my nick at high school
    I see it as a living death
    living death.....
    what a living death have ????
    just a moving system
    without mind, without heart


    X is the sign for my heart
    actually X stand for X ( generation X of SISPALA where my heart I keep)
    Y is the sign for my mind
    the question that always in
    and
    Z is the sign for my moving system.
    every reflects that I have, represent the time that formed me.

    XYZ is the complete me
    but they never come together
    only one can make me complete
    only the one

    Tuesday, March 29, 2005

    Y

    Y (read : why)
    why / kenapa ada pertanyaan yang paling pertama dan paling sering terbersit di pikiranku.
    tapi kenapanya juga belum terjawab :D

    kadang dalam menghadapi suatu masalah
    lebih mudah menjawab pertanyaan how jika kita tahu jawaban why
    lebih mudah memahami what/where/who jika tahu why

    pemahaman....
    pencerahan.......
    toleransi.................
    dapat dengan mudah diberi/diterima jika kita tahu why........
    semoga aku punya sifat yang dapat menjawabnya...
    semoga.............

    Friendster - Home

    Friendster - HOME

    Look for my frienster profile
    mungkin sebenarnya kita memang teman
    tapi....
    siapa yang bukan ?
    :D

    Thursday, February 17, 2005

    X

    X is the most commonly used for FREE/ independent variable in math, if we say y=f(x) it's mean y is function of x, or y depend on x,....
    uh oh..... too complicated to xplain...
    the point is.....
    I want to be free....
    and I want to have some effects to .....
    U

    I hope it can be U = f(X) :P
    it good meaning of course... :)

    please continue to read ...
    U'll find Why XYZ ? :D

    ...... curious?