Showing posts with label now. Show all posts
Showing posts with label now. Show all posts

Sunday, March 09, 2008

ayat-ayat cinta (3)


okay
mari kita lanjutkan...

mungkin skarang tulisanku akan sedikit "menyerang" dri sebelumnya....

and
"PART" of these story is happen to me


dulu....
pernah ada cowo-akhwat yg pacaran....
sebenernya awalnya cowo ama cwe sich..
karena kuatnya pengaruh LDK kmpus dan alhamduliLLAH dech...
si cewe dapat hidayah dan berubah menjadi akhwat ( ngerti kan maksudku )
sedangkan si cowo...
masih menjadi cowo, ( sbenernya juga mendekati jadi ikhwan-ikhwan juga sich )
(
g tau kenapa,
liqo sepertiny lebih efektif di kalangan akhwat....
coba liat aja
bandingkan jumlah akhwat dengan jumlah ikhwan disekitar kita...
lebih banyak akhwat kn ???
)

someday..
(this story not comfirmed)
liqo si cwe minta untuk tidak pacaran lagi ... a.k.a putus ama pacarnya...
terlepas adanya masalah apa antara cowo itu dan akhwat itu...
soalnya sepertinya g ada masalah tuh, mereka baik2 aja kok

sekarang mulai muncul pertentangan antara kata "pacaran" ama "ta'aruf"

"pacaran" menurut akidah emang g bisa dibenarkan juga...
karena lebih mendekati zinah.... dengan segala dalilnya
( yg sbnernya aku setuju,(g penting juga aku setuju ato g, fiqihnya dah gitu kok??? :P ))


namun...
tetaplah tidak bijaksana untuk menjudge pacaran itu adalah suatu hal yg haram....
memang konsep pacaran untuk jaman sekarang udah sangat jauh salah arah....
dan hukum islam yg cendereung preventif, let say no for everything that not safe.


tapi, menghakimi tanpa hikmah( tanpa tau duduk persoalan sebenernya )
juga bisa berakibat neraka tanpa hisab.....
( nah lo, pak Hakim... hati-hati... neraka tanpa hisab itu serius lho :P )


tidak bermaksud menghakimi...
semoga ceritaku ttp obyektif...

selama mereka pacaranya...
si cowo alim-alim aja kok, ( hampir menjadi ikhwan juga )
dan aku rasa mereka juga ga begitu macam2 klo pacaran...
( jalan bareng, antering pulang, boncengan,
klo pegangan tangan itu salah, ( emg salah sich :( ) yaaaaa, mereka emg berdosa )
tpi sepertinya tidak mendekati zinah dech...

atau ini cuma masalah yg sperti dceritain "HITCH"

jadi klo mo deketin cewe,
deketin juga temen-temennya....
.
kalau persetujuan temen cewe sangat lah penting dalam menjalin hubungan dengan cewe...
( makanya "pencomblangan" lebih populer di kalangan cewe kn ??? )


tunggu dulu...
untuk mendapat persetujuan dari liqo nya
cowo itu kudu lebih "ikhwan" dong...
atau emg kudu ikhwan aja yg pntas bersanding dengan akhwat
sudah "ikhwan",
ato menuju "ikhwan"...
???
ini sedikit menjelaskan klo
pelaku ta'aruf memang dari kalangan itu saja....
like has been confirmed by my akhwat friend:

LINGKARAN ITU EMANG ADA

(hmmmmmmmmmm,
mungkin spertinya aku kudu lebih memperjelas
siapa / apa yg di maksud akhwat dech......
g ya....
)



ntar dulu dech yg itu...
jadiiii..................
kmarin-kmarin setelah beberpa lama
aku ketemu si cowo
dengan keadaan yg menurutku cukup memprihatinkan...
g ada ikhwan-ikhwannya banget....
g mencerminkan muslim banget
( tpi masih suatu pemandangan yg normal di budaya pop sich..
g hancur2 amat sich, untuk budaya pop,
g sampe jadi "brengsek kok
tpi "hancur" aja, klo dari kacamata tarbiyah
sooo, jangan mikir trlalu jauh ya...
scale may differ
)

pacaran emg banyak sisi negatifnya...
tapi knp tidak dilihat sisi positifnya juga ???
klo saja permintaan liqo untuk menyuruh putus itu tidak ada...
( yakini juga liqo meminta itu dgn alasan)
mungkin si cowo g "sehancur" sekarang....


bercermin dari situ...
aku cm merasa I knew the position...

ada pepatah...
woman can complete a man
completely good, or completely bad


sejarah mencatat.....
semua keberhasilan pria dalam sejarah, tidak terlepas dari wanita disampingnya
bahkan RasuluLLAH SAW tak terlepas dari dukungan Siti Khadijah RA

tapi sejarah juga mencatat
Perang Dunia I dan II bermula karena urusan wanita
walo karena wanita juga itu berakhir

so please woman...
realize your cast in this world....
not only became nuemman machine...


I've been there..., or being there...
dalam kesendirian ku...
rasanya banyak banget godaan yg kupikir adalah godaan yg ringan,
untuk aku yg dulu...
tapi knp aku begitu lemah dalam menghadapi cobaan2 ini ?
hmpir kalah malah...
atau sudah ???



islam sudah sangat menjelaskan prosedur yg jelas untuk hal ini
karena memang pernikahan memang masalah yg sangat krusial...
( ya pasti lah ),
tapi jujur aja, aku merasa untuk urusan 1 level dibawah pernikahan

penjelasan ttg ta'aruf adalah satu-satunya clue
cukup jelas sii....
step-by-step...


ikhwan mulai mendekati akhwatnya melalui liqo / guru ngaji nya,
tuker-tukeran biodata / cv ( jadi mikir kontak jodoh :P)
lanjut...
dipertemukan dibawah parental advisory untuk memastikan keseriusan dan menjaga hal-hal yg diinginkan :P
jika proses ini berjalan baik...
seminggu / 2 minggu adalah term yg cukup untuk naik ke level selanjutnya (pernikahan)...


pernikahan bukanlah hal yg seharusnya dipersulit, tapi tetep bukan hal yg mudah untuk diputuskan.


tapi yg aku rasakan adalah
prosedur itu hanya bisa bener2 dijalankan di kultur yg islami banget...
dimana pelakunya ikhwan, akhwat dan di lingkungan tarbiyah...
untuk budaya yg telah terlanjur ter-asimilasi seperti di Indonesia
terutama lingkunganku (jakarta) ...
( atau yg terjadi padaku hanya anomali ? )
aturannya g begitu jelas ( bagiku )
yg terjadi adalah pemaksaan aturan (atau menegakan aturan tanpa memberi pilihan....)
( yaaa, emg kudu gitu sich, aturan dibuat bukan untuk dilanggar)
ehmmm....
emg g bs ya, mencari jalan tengah ???
( sepertinya ini membuatku masuk ke dalam golongan "orang-orang pencari celah")
mungkin ini menjadi semacam "proses seleksi" untuk mendapatkan akhwat....
tapi kok malah tarbiyahnya jadi seperti g ikhlash...
tarbiyah nya untuk mendapat ridho ALLAH SWT
atau mendapatkan akhwatnya....????
( emg g boleh ????
bagi cowo, sebenernya setiap pergi berperang, mereka siap untuk kalah...
mereka siap untuk merasa gagal / digagalkan, but decisioned after the fight
)

even kalo at the decisive point si akhwat bilang g bisa dilanjutkan ta'aruf nya
itu adalah hal yg bisa diterima cowo ( harusnya sich.... :P , with a good reason please)
tapi setidaknya... si cowo bisa mendekati untuk menjadi ikhwan / ato bisa menjadi ikhwan...
( dan dapat dengan mudah mencari akhwat-akhwat lain :P )
atleast at this point DAKWAH si akhwat bisa dinilai BERHASIL kan?


ok,
this is happen to me

aku pernah mengajak ta'aruf seorang akhwat...
(cukup kufu, mungkin terlalu kufu)
sampai suatu ketika aku "ditantang" untuk menikah dengan dia...
just about waiting my readyness..

but I think its gonna be that easy, that fast
there is something about be need to be fixed first...
I didn't have heart based relationship to her yet
( and for there girls ( akhwat (this level akhwat))
its forbidden until they get married, hmmm, logical )
I just choose her, cause she met my criteria...
like Aa Gym said, choose your wife based by criteria aja,
pilihlah istrimu berdasarkan 4 perkara
hartanya...
keluarganya...
kecantikannya...
dan agamanya...... ( she only met two )
so you'll have open set for your wife...???


I'd try to believe that...
( even I know, my wife is an exact one, who have all connection to me,
katanya "wanita-ku" adalah tulang rusukku yg hilang kan ???
so, my wife ( whoever it would be ) is not an open set )

trying to think that I would get "other connection" after get married...
klo emang di-ridhoi ALLAH SWT, pasti diberikan kok...
katanya ala biasa karena biasa
katanya witing tresno jalaran soko kulino ( bener ga sich ? :P )

even I knew
I wouldn't even touch her ( cause hijab thinks )
before we get married.
but I'm also knew, I won't touch any girl that I didn't really knew intentionally...
( hi, it's crowd society I'm livin' in :P )

I mean to start heart connection initialiation before I get married..

one thought....
kalau aku bener2 menikah dengan akhwat itu...
dengan blum adanya hubungan perasaan yg cukup kuat terjalin...
berharap akan tumbuh setelah menikah....
pasti ada masa2 dimana mereka "berhubungan" tanpa "perasaan"
halal siiiiiiiiiich... tapiiiiiii..........



ga tau sich...
ada temen akhwat ku yg mengalami itu,
toh anaknya lahir tepat sembulan bulan setelah mereka menikah....:p



gimana sich van ???
(seems like complicated me ???)
ga kok
I just expecting what every one expect...
a perfect marriage.
with ridho ALLAH SWT
with parents blessing
with friends support
with KUA administrative also....

pernikahan kan bukan hanya menyatukan 2 orang
tapi juga
2 keluarga
2 komunitas juga kan ??
dan terpenting izin dari YG DIATAS



but still
THANX GOD
ALHAMDULILLAH aku ga jadi menikah dengan akhwat itu...
( she drop the ta'aruf a.k.a she dump me :( )
terlepas dengan implikasi negatif kejadian itu....
itu tetep bagian hidup yg hanya bs aku syukuri
tapi juga harus kukubur dalam-dalam...



mulai kepanjangan
ntar aku lanjutin lagi...
sorry klo masih ide yg gantung....
....
...
..
.

Wednesday, December 26, 2007

there is no "us" between U and me...


hehehe
ini kalimat penolakan darinya
paling cerdas yg pernah kuterima
( yg kuterima dengan cerdas juga dong :P )

me : hai d, lets talk about us??
her : us ???? there no us between U and me...
me : ??????????

me : okay, lets talk about U and me ???
her : Okay..., but still no us....
me : ehmmm......
I love U.....
her : okay, but it still don't make "us"
me :
aaaaaaaaaaaaaaaaargggggggggghhhhhhhhhhhhhhh.....


nah.... sekarang tantangannya adalah bicara dengan orang tanpa menggunakan kata "kita"....

hayo siapa bisa ?


bisa dimengerti ga ???
:((
masih g bisa bicara ama dia....
sampe sekarang....
:((


makin banyak kalimat kusiapkan jika bertemu dia
tapi tetap
aku tak dapat mengkatakan lebih dari "Aku sayang kamu"
and it can't be less...








I don't do random



I don't do random
I don't do normal
I don't do binomial
I don't do poisson.
( lho-loh loh... ini lagi bicaraain apa sich sebenernnya ??? :P )

sebenernya ini kalimat dari trilogi bourne identity, supremacy, and ultimatum...
di supremacy ada kalimat "he's don't do random".....
quote ini kena banget di aku...
rasanya keren banget...

sebenernya
artinya...
aku berusaha bertindak terencana aja...
multiple step ahead....
( sometimes odd , sometime evens )

ya ya ya
mengatakannya lebih mudah daripada mengamalkannya...
masih berusaha juga sich....


but still
I don't do random
still one of my fave YM status



maksa masak-masak maksa 5



duh ternyata udah 2 minggu aku ga posting ttg masak2 lagi....
padahal 2 minggu ini aku masak lho... ( lalu knp ??? :P )

hehehe....
foto2nya dah kuupload juga ke komputer....
cuma lagi agak malas + sibuk aja untuk ngeblog.....
maafkaaaaan............ :(

ada beberapa kali aku masak
aku rangkum aja jadi satu ya ???



pertama
aku pengen masak sayur2 yg pake santan....
( dan mumpung masih ada 1 kotak kara di kotak persediaan bahan makanan ( blum punya kulkas )
jadi belanja....
beli kentang 2 buah (yg gede), wortel 2 buah ( yg gede juga), buncis ( secukupnya ) + tomat 1 ( yg gede )
+ bumbu kunyit yg udah di blender ( habis2 cuma 5rb sich)
(tapi pada akhirnya aku sadari klo semua itu berlebihan...)
proses masaknya sendiri g ada istimewa,
bersih-bersih, potong-potong...++
( dan aku sadari aku harus belajar memotong yg simetris dan sebangung )

lalu cuma perlu ngurutin pencampuan bahan berdasarkan kecepatan matang bahan...( yg notabene, sama aja:P )
santan dulu ...( sampe mendidih, soalnya klo dicampur bahan lain lagi, mol nya akan naik, dan titik didihnya akan naik juga=> masak lebih lama=> more fuel )
+ kunyit + garam ( klo santannya dah mendidih, bahan2 ini lebih mudah larut kan ??? )
habis itu masukin kentang...
wortel
lalu buncis...
aduk-aduk....
tunggu sampe matang...
jadi... ( g ada yg istimewa dalam memasaknya sich..., kecuali un-cook-related things that happends :(( )







masakan ini memberi pelajaran lagi tentang "PENAKARAN"
selama ini aku berusaha menakar semua bahan dengan 1 takaran
.....secukupnya....
tapi masih gagal juga aku dalam mengatakan cukup

2 kentang + 2 wortel yg ku masak dan ku campurkan tertanya kebayakan di banding dengan buncis yang ada...
( sebenernya 1-1 aja cukup :( )
kunyit Rp 1000 dan wortel yg kubeli juga kebanyakan...
aku masukan ke plastik kedap udara ( apa g ya ?? ), yg pake zip gitu dech pokoknya





lalu aku biarkan... ( ya iyalah..., aku kan masaknya cuma sabtu minggu aja... )
tapi ini jadi bukti dari percobaan Omni vivum ex ovo, omni ovum ex vivo :P
seletah beberapa hari tomat dan kunyit yg aku tutup rapat itu akhirnya berjamur...
darimana jamurnya hayoooo????
kan udah didalam plastik kedap udara...???
yg jelas tomat dan kunyit itu a kind of nutritions juga kan ???
:)
mungkin pada saat tomat dan kunyit itu ter-exposure ama udara bebas...
spora2 jamurnya datang...
:)

halah.....
dari masak2 kok jadi percobaan kimia ama biologi sich????


ah udah dech....
sekian dulu acara cerita masak2 maksa ini...
:)


see you later...
cook smart




Monday, December 03, 2007

maksa masak-masak maksa 4



hari minggu pagi
jam 8
rada mendung...

aku kepasar
nyari tempe ( yg wajib hadir dalam setiap masakan)
sambil nyari2 apa yg bisa dimasak lagi...
( niat bikin tumisan buncis + wortel + kentang masak pake santan) itu namanya apa ???
nemu sich...
tp g jd krna aku ada rencana mo pergi ke tempat naia.....
(pacarku, halah...., bukan :(( anak sepupuku di pasar minggu, umurnya baru 2 tahun... lagi lucu2nya)
ada adiknya juga lho...., namanya farel... lucu banget.... :)
( lho kok jadi ngomongin ponakan2 aku yg lucu banget itu, ntar dech aku buat post sendiri )

balik ke maksa masak maksa
aku lewat tukang jual pisang...
ada pisang raja yg menggoda....
jadi kepingin beli....:P
aku sms ibuku dulu....
buat pisang goreng pake tepung apa ? ( soalnya dirumah masih ada tepung terigu)
bahannya apa aja ???

lama juga, dpt balesannya...
akhirnya aku beli aja pisang itu dgn harga Rp 8000, (mahal ga sich???

aku orangnya ga suka and ga pandai nawar...
dia sebut harganya berapa ?
lalu aku sebut harga yg menurutku pantas....
habis itu, deal or no deal dech...
mau, aku ambil, ga?? ya udah )
)

dpt balesan sms dr nyokap...
tp rada telat aku dah balik krumah
katanya tepung nya sama aja ( prefer to gandum , tepung gandum ama terigu sama ga sich ??? )
pake kapur sirih...
pk garam
pk gula
tp jangan banyak2, gula = glukosa terdiri dari carbon, jadi klo dioksidasi ( dibakar/dimasak) akan balik jadi carbon
( siapa bilang masak ga perlu ngerti kimia ??? )
( hentikan van, hentikan seblum km cerita ttg garam yg NaCl dah menjelaskan knp minyak meletup2 klo kna air garam ) :P
hahahahhahaaaaaa
airnya yg dingin.... ( blom tau knp ini ??? knp ga pk yg pnas? biar cepat larut???)
( beruntung dispenserku ada dinginnya juga, jad ga masalah ??? :P )



masalahnya aku dah sampe ke rumah
dan ga ada kapur sirih dirumah
( ya eyalah....... aku tinggal sendiri.... siapa yg mo nyirih ???:P )
pergi ke warung depan gang ?? eh, malah ga tau kapur sirih ????
( gimana sich bu??? masa ga tau kapur sirih??? aku aja tau, ( baru tau juga sich :P ))
sudahlah...
gpp.. ga pake itu jga gpp ( mudah2an :P )


nah mulai kerja di dapur...
pertama2 bkin adonannya dulu...
( pk air dingin..., mulai tau knp nya sich, tp ttp ga ngerti :P )
adonan jadi...
skrg potong2 pisangnya...
rada ribet juga sich..
soalnya aku motongnya model pisang goreng kipas gitu...
( pontianak style, aku kn orang pontianak, remember ??? )

kupas pisang
iris tipis2, tp jgn sampe putus diujungnya...
habis itu kembangkan dech pisangnya...
gitu aja kok
( gitu aja ?? yg kmarin sambil kringatan motong 9 pisang siapa ??? hehehe, namanya jg pertama kali :P )

dah jadi
sekarang masaknya...
nah ini yg kudu rada mikir
rada ribet soalnya,
pisangnya blom masuk adonan,
dan ga bisa masuk semuanya sekaligus
dan tanganku cuma dua
jadi.....

gini prosesnya...
(pertama aku siapin tmpat cuci tangan dulu )
aku masukin pisang ke adonan ( tanganku belepotan kn)
aduk-aduk (ok, minyaknya dah panas )
masukin pisangnya ke wajan( teflon kebanggaan ku maksudku )
masukin 3
habis itu aku masukin 3 pisang lgi ke adonan...
(pisang yg diwajan perlu dibalik )
aku cuci tangan, ambil penggorengan, balik pisangnya....
(ribet lagi, mungkin karena pk tepung terigu dan ga pake kapur sirih pisangnya jadi lengket2, jadi agak lama)
ok, udah kebalik, aku ngaduk2 pisang di adonan lagi....(tangan belopotan lagi)
pisang gelombang 1 matang....
cuci tangan, ambil penggorengan, angkat pisangnya, tiriskan...
dah
ok
sekarang gelombang 2 masukin ke minyak,
masukin gelombang 3 ke adonan
aduk dikit( tp ga selesai, karena gelombang 2 perlu dbalik)
cuci tangan, ambil penggorengan, balik pisangnya
gitu terus sampe gelombang ke 3.


hehehehe
aku tau ada yg salah,
ada yg ga efektif, tapi dimana ya???
masa kudu s1 manajemen industri sich hanya untuk goreng pisang ???
hehehe biarlah...

anyway
hasilnya lumayan kok, nich :



pas hari hujan,
bikin teh panas....
sambil nonton tv ( kartun)
baca koran (cari2 lowongan:P )
sambil ngemil pisang goreng buatan sendiri
nikmatnya.....








nah,
undangan lagi untuk para calon istri....
kayaknya bikin pisang goreng perlu dua orang dech...
:)
mau bantuin ??











wow ?? what a long post just for a goreng pisang

maksa masak-masak maksa 3


sabtu minggu.....
wiken
time too.......
maksa masak-masak maksa.....
:)

eng ing eng.....
kali ini yg kumasak adalah tumis sawi + wortel ( my fav vegetables )
murah kok ( modalnya cuma Rp 1000 untuk 2 porsi )
+ royco juga sich
+ gas dikit
+ keringat
+ garam dikit
( ga cuma seribu dong???? :P )
tp yg lain ga begitu kerasa jg kn ??? ( iya dech, mungkin Rp 1500, buat beli royco )

hehehe
tp tergiur juga beli sosis sozzis yg cuma Rp.4800.. dpt 3 batang...
aku pk 1 buat tambahan tumisan...


sebenernya masak itu ilmu
campur-mencampur aja....
sedikit kimia
timing
tips+trick para ahli....
dan kesadaran klo tangan kita hanya dua....
kudu perlu management proses..... ( tunggu cerita aku selanjutnya )
ehmmm............
ok, ga smudah yg kubayangkn juga sich

pertama aku panaskan air sedikit smp mendidih
lalu aku masukin wortel dulu,
secara kupikir wortel paling keras, jadi perlu waktu lebih lama untuk matang...
dah itu baru aku masukin sawi nya
terus royco nya
aduk-aduk
gitu aja kok


ini jadinya :



lumayan kn ?

habis itu aku bikin dadar...
(oh iya, tadi sempet juga beli mix vegetables dikit aja, cuma pengen nyoba....)
jadi kucmpur ama dadarnya...
sebenernya termasuk gagal sich..,
soalnya tanggung, harusnya dadarnya jadinya lebih tebel biar mix-vegetablenya melekat sempurna
tpi gimana lagi, sebenernya teflonku yg kegedean )

jadinyaaaaaaaaaaaaaaaa:



nah lumayan kn ???
modalku ga sampe 10rb hari ini
( diluar beras dan gas yg pasti berkurang kn ?? )
tapi bisa jadi makanan sehat memuaskan
( sampe kenyang maksudnya, rasa?? masih dalam pertanyaan :P )



nah???
para calon istri?????
masak-masak yuk??? :P


















Monday, November 26, 2007

maksa masak-masak maksa 2


kemarin aku maksa masak maksa lagi...
tapi kali ini ga pake cerita yg mengenaskan kok
percobaan masak maksa kali ini bisa dikatakan berhasil
walo ga bisa dikatakan sempurna juga sich.....


ini hasilnya....


gimana ? menggiurkan ??? apa meng-eneg-kan ??? :P
daaaan, masakan ini juga menandakan pemakaian perdana teflon 24cm ku.....

wahahahahahahahhaha, senangnya, masak telor g pk minyak lagi....
telor mata sapi itu jadinya jelek karena kesalahan dalam memecahkan telornya aj...
tp bingung, klo buat goreng2 tempe gitu pk minyak ga ya???
( kmrin aku pke aja sich sedikit....)



tapi
pikir-pikir
setelah melihat kekacauan dapurku,
.....
........
worth it sich....
nasi gorengnya lumayan enak....
modal cm 3000 rupiah
+ 1 takar beras
+ minyak sesendok
+ garam sedikit
+ minyak tanah dikit
+ 1 batang korek api
+ 1/6 botol sambal
+ beberapa ratus watt untuk 1jaman
+ kringat....
bisa buat makan 3 x sehari
dan rada sehat lagi....
kan aku tambah susu :P
( milo sich, sorry, ga maen susu-susuan, dah gede aku, klo susu asli boleh sich :P)



tapi
aku tetep
prinsipku
masak itu kodratnya wanitaaaaaaaa......
:P

aku hanya bisa masak
hanya " bisa "
masih newbie lagi....
itu juga terpaksa
jangan expecting much.....

okay.....
tp lagi mikir menu lainnya juga sich...
rencana selanjutanya
tumis sawi + wortel
ini murah lho Rp 1500 aja
buat sawi+ wortelnya ama royco aja
cuma perlu feeling aja biar rasanya pas.....
( lagi melatih feeling ini juga sich)

Monday, November 19, 2007

better???



"mungkin besok akan ketemu yg lebih baik lagi"

itu kalimat conforming yg paling sering diberi temen-temenku klo aku habis curhat ( cowo??? curhat ?? :P )
soal kejadian kemarin klo aku kembali ditinggal nikah ama "adik" ku LAGI
dikecewain lah...., pokonya ttg2 itu dech.... ( you know what I mean :P )


aku cuma bisa iya kan aja....
ga mikir macam2
mungkin emang itu rencana ALLAH sich
alhamduliLLAH

tapi kmarin...
diberi kalimat itu lagi..
jadi mikir juga

"lebih baik" gimana maksudnya ??

selama ini
semua orang yg ninggalin aku,
ato emg ga bisa terus ama aku untuk terus kearah sana
memiliki hal terbaik yg pernah ku tau..
( mungkin karena aku emg sayang mereka
(ehmmmm, bukan mereka sich, tp dia, dia , dia , dia dan dia, (ga dalam 1 waktu cuy, aku bukan playboy )
)
dan ga semuanya sempet "jadian", yaaaa
at least ngecengin lah...


apa ada yg lebih dewasa dari dia1 ??
apa ada yg lebih manja dari dia2 ???
apa ada yg lebih cantik dari dia2 ???
apa ada yg lebih lucu dari dia3 ??? yg wajahnya imut banget....
apa ada yg lebih jago masak dari dia3 ?? yg masakannya diakui enak oleh 1 angkatan dan 1 unit kegiatan
apa ada yg lebih pinter dari dia4??? yg IPnya 4 ,3 tahun berturut2...
apa ada yg lebih pintar agamanya dari dia5 ??? yg seorang mentoring annisah
apa ada yg lebih fasih ngajinya dari dia5 ??? yg udah dilevel hafidz??
apa ada yg lebih ikhlas dan tulus dari dia6 ???



begitulah....
loving her, her, her, her, her and her
make me able to see the best of her, her, her, her ,her and her
and make me FEEL enough with it.

actually dia6 yg ngajarin perasaan itu,
even she didn't as smart as dia4,
as funny as dia3,
cook better as dia3,
solehah as dia5,
islam knowledges not as much as dia5,
but still she tough me
such a great lesson
to say something is enough....


nah..

what kind of better did you mean ???

meeting the one who have it all ??

( even I still knowing 1 girl who have those "better" criteria :P )
I'm not looking for the best.... ( yeah, I know, still "what kind of best" question)
may be the best by ALLAH you mean, but I could I know that????

so
what I can say is
I just looking enough one.....
and can see me as enough too

I know
people are improving...
we can't say enough and people are changing
but
at the time when decision has to be made ???
please....
take the enough word








tulisan ini juga dikarenakan aku yg ga mampu mengatakan cukup waktu itu

maksa masak-masak maksa



horrible

sebenernya ini kejadian minggu lalu sich....
harusnya jadi cerita lucu buat aku ama "adik"ku aja...
tapi berhubung minggu lalu dia sibuk...
jadi ilang dech serunya menceritakan ini
:(



jadi intinya
minggu lalu aku maksa masak

bermula dari sabtu pagi, aku mulai dengan masak nasi...
( alhamduliLLAH, dah pengalaman, dan beras nya bagus jadinya bagus dech nasinya )

okay masak nasi berhasil
selesai itu bikin sambel
sambel kacang yg instant sich...
tinggal dicampur air aja, lalu di ulek
tapi kudu hati-hati karena niatnya bikin sedikit aja
kan cuma untuk sendiri dan 2 x makan aja...
ga usah banyak-banyak...

masalah pertama mulai muncul....
pas ngeluarin sambel kacangnya (yg masih kering itu)
ternyata ada semutnya....
bersihin-bersihin...
terpaksa dibuang sedikit sambelnya...
gpp
keluarin lagi...
campur air....
airnya kebanyakan... :((
terpaksa masukin lagi bumbu sambelnya
ulek lagi...
sekarang airnya malah kurang...
terpaksa tambah air lagi...
dan ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaaa
airnya kebanyakan AGAIN
ya terpaksa tambah bumbunya lagi...
dan ternyataaaaaaaaaaa
I use all bumbu sambel that I have...
it's about 1 bowl of bakso
and I plan to use it for 2 times of meals :(

ok, ikhlasin dech sambelnya
habis itu goreng tempe...
my fav...
(apapun makanannya tempe harus ada, bentuknya digimanain terserah, yg pnting harus ada )
yaaa secara yg skrg bikinnya aku dan hanya untuk aku, ya jadinya bikin tempe goreng biasa aja,
( emg bisa apa lagii???:P )
dah goreng, dah jadi, dan siap makan
ternyata saudara2... garamnya kurang...
:((

(kok jadi panjang cerita disini sich...
bukan bagian utamanya ini )

dah malamnya aku goreng tempe lagi + garam di bumbunya...
keasiiiiiinaaaaaaan
:((

sudahlah... hari ini cukup
besok rencana bikin nasi goreng
dah pergi ke pasar untuk beli sayuran,
dan daun sop
ama bakso...( bakso beli di mamang bakso depan sich )

paginya...
langsung bangun tidur
ke kamar mandi,
air ga ngalir..... :( one bad news...
jadi ga mandi dech...
mikir langsung masak aja
potong2 sayur
potong2 bakso
potong2 tempe + bumbuin
bikin dadar....
ga tau napa, dadarku bisa dibilang gagal, jadinya ga rapi gitu...
siapin bumbu nasi goreng ( bumbu jadi indofood sich..., )
okay
all done..
now take the rice....
I open my magic jar...
and
WHAT
nasiku basi????
kuperiksa kabel
jadi semalaman magic jarnya g kecolooooook ????? :((
langsung lemes....
mo bikin nasi goreng tanpa nasi????


duh....
gimana ya ?

langsung males....
nonton tv aja ach...
mo mandi juga air blom ngalir...( ga ada air.... :( )


tapi lama2 males juga...
laper...
ke dapur lagi..
mikir mnding nasinya aku beli di warteg aja...
tp blom mandi....
maless, malu...., bau badanku :(
akhirnya dgn menguatkan tekad dan menebalkan muka
aku keluar membeli nasi di warteg
ternyata nasi di warteg itu mahal
5000 cuma dpt 1,5 porsi :(
pikirku kurang
jadi aku beli lagi di warung nasi biasa...
3000, tp kok dpt 2 porsi ya ??
ya sudahlah...
dongkol juga ke wartegnya



tpi intinya sekarang saya punya 3.5 porsi nasi
dengan bumbu nasi goreng untuk 2 porsi ???
hajaaaar.....


masukin semua, aduk-aduk,
tambah garam, tambah saos, tambah airmata

akhirnya jadi...
yup yup yup
hasilnya lumayan....
tapi nasi goreng yg harusnya jadi menu sarapan kini jadi menu makan siang
dah jam 11 ternayta saudara2...
aku masak selama 4 jam lebih....
gara2 air ga ngalir magic jar yg ga kecolok :(


1 yg jadi pikirku....
this is why man doesn't have to able to cook
bukan kodratnya...
masak itu masuk ke daftar kodrat cewe aja dech....

duch...
pengen cepet2 nikaaaaaah,
halah..... calon aja blom ada....
mo mikir nikah......
semuanya siap.... kecuali calonnya..... :((