Tuesday, April 29, 2008

Konfrontasi cinta dan aqidah...



dosakah kuulurkan tangan saat kau butuh ?
dosakah kumenangis saat kau terluka ??
dosakah kujajaki jalan malam sendirimu ???

kita bukan siapa-siapa
tapi hati berkata kaulah cinta

kita tak punya ikatan....
aqidah melarangku menatapmu haru...

setitik darahmu tak mengalir ke otakmu tuk memikirkan aku...
tapi kaulah nafasku..
nafas yg tiap hembusannya adalah dosa....

langkah taubat tertahan kaki yg terluka
kau bilang itulah jalannya...

tadahan asa kini telah sirna...
kau bilang memang tak ada...



Thursday, April 10, 2008

menuju mati


as the day comes
I'm realize

that
I start with nothing
end with nothing

so ?
whats the meaning of
having
and losing



Thursday, April 03, 2008

lelah...



lelah...

aku cape....

ingin istirahat...


tapi gimana cara ???

kondisi normal ku saja dalam posisi 'bertahan'....

helaan nafas habis tuk redam perih....

aliran darah habis tuk sembuhkan luka...






ya ALLAH...
tunjukan jalanku padamu...
aku lelah....
damaikan aku dengan waktu....

dalam hati
bisa ada cinta
bisa ada benci....

benci telah masuk....
kini kutunggu cinta.....
kembalikan aku pada Origin ku...

Monday, March 31, 2008

itung2an....



untuk mengantarkan 1 orang menuju jalan ALLAH,
1 orang harus tertinggal dalam kesesatan....

adilkah ???

cukup adil bagiku....
 



after all
there a things called hope
if only I want to believe it....






Thursday, March 27, 2008

Kata TIDAK

"
kenapa sich kamu g mengerti-mengerti ???

aku hanya balik bertanya...
kenapa juga kau tidak mencoba mengerti aku ???

dia diam
aku juga diam...
begitu terus sampai akhir perjalanan kami....

"

sebenernya
dia sudah clearly mengatakan TIDAK
kehalusan caranya emang keluar dari kepribadiannya yang halus...
(and that what I love from her)
bukan adanya maksud yg masih ditutupi....


itulah...


dalam pencarian sesuatu yg kita tidak tau yang mana..... ( bukan ttg apanya )

banyak cerita ttg memilih yg terbaik...
ada yg meanalogikannya dengan bunga yg terindah....
ada yg meanalogikannya dengan pohon terkuat untuk membangun rumah....

apapun model yg dipakai...
there is some point in our life to make decision to choose
to ACCEPT what we have (or haven't yet) NOW as the BEST (or considered to be)
or WISHING if there is a better one over there just waiting to be met.
( dan kadang harus di barengi dengan melepaskan apa yg kita miliki sekarang )

been there
being there...

dan untuk kesekian kalinya...
aku di tempatkan di posisi ini....

haruskah aku tetap pada kesetiaan ku...
atau
harus menyadari kalau ini tidak bisa kupaksakan juga...


memilih 1 kemudian kuperjuangkan....
atau biarkan ribuan datang dan pergi sampai ..............
........
(entalah lah, sampai kapan, sampai terjadi apa..... )
sampai aku ketemu kembali keadaan dimana aku harus memilih pilihan pertama ?




dua pemikiran datang sekaligus..
dua pertanyaan yg bertentangan......

tapi itulah cinta....
selalu mendatangkan 2 pertanyaan yg beda....
dalam 1 waktu...

karena itukah cinta menjadi lawan dari kata adil ?????



kata "Baiklah" sudah ada dilidahku...
tapi aku tau... tindakan aku selanjutnya tidak akan menyatakan sama...



dan waktu hanya mengetuk-ngetukan jarinya...



d. ???

Tuesday, March 11, 2008

ayat-ayat cinta (4)


okay...
sedikit teguran dari "adik"-ku
dia bilang tulisan2 ttg ayat-ayat cinta ini malah nunjukan
keinginan aku untuk menikah....
menggenapkan 1/2 dien....


mungkin ada benar nya...
aku ingin menikah...
dalam hidupku
aku sudah mencapai hampir semua yg kuinginkan
termasuk membunuh keinginanku sendiri....
lari dari takdirku....
( ada pencapaian lebih dari ini g?? :P )
( hehe, normal word comes out :P )



dah sekolah,
dah lulus kuliah,
dah dpt kerja yg layak,
sekarangpun instead taking monthly hostel, I choose to settled to rent a small house.
so I know real-life feel. steady life. blom bs dibilang mapan emg, tp menuju...
not an industrial flesh-robots, even my lifecycle shows I'm still


ok,
aku akui aku ingin menikah...
tapi semua tidak semudah yg diceritakan dalam kisah ayat2 cinta...
( hey, ayat-ayat cinta complicated juga kali van, makanya dijadiin film )

like I said

pernikahan bukanlah hal yg seharusnya dipersulit, tapi tetep bukan hal yg mudah untuk diputuskan

I just have thinking about its detail....
mulai dari alasan yg logis
sampe alasan dari hati yg rasanya aneh ini....


dari video baba ali terutama tentang rasicm and pride
disitu dikatakan
kadang2 orang menempatkan budaya diatas agama
mungkin itu yg terjadi padaku...
aku menempatkan budaya yg aku jalani lebih dari agamaku sndiri
disinilah I get wrong...
even I know whats wrong
still
its not easy to change
its how I'ven learn...
its how I've believe for many years
its how I being formed to be a man...
its................ me...........:(


why van?
knp km ga mau berubah ???
kamu sudah yakin kan kalo islam itu benar ???
di hati kamu tak ada pertentangan2 kn atas ajarannya ?
( yaaaa, mungkin penyampaiannya yg kurang pas kaliii )

yaaa
after seing what happend to me
menurutmu wajar ga klo aku bersikap lebih careful ?
lebih seperti pragmatis ???

mungkin juga
semua orang yg pernah merasakan manis getir nya cinta
( bukan hanya yg manis2 saja)
bisa mengerti....
... patah hati itu sakit tahu....
....pedih jendral....

(makanya..... udah dibilangin juga dalam lagu "mengemis kasih"

tuhan, dulu pernaaah
aku menagih simpati.....
kepada manusiaaaaa....
yang alpha juga lupaaaa...

lalu terheretlah...
aku dalam derita....
luka hati yg membaraaaa...
kini jadi kian paraaaah.....

)
( dah tau juga,
   (sekarang sedang nmenyadari betapa bebalnya diriku 4 x, 4 x mendekati 5 x      malah....
    )
)


there is statistic joke :

Three statisticians are out hunting. Bird flies up out of the bush, and the first statistician aims and fires. Unfortunately for them, he missed, the bullet going about a foot below the bird. The second one fires, but the bullet goes about a foot above the bird.

The third statistician puts down his gun and says, "All right! We got him!"

( maaf klo g ngerti, but its quite funny )

ngerti ga?
disitu dikatakan instead the fact that the bird misseds, statistically they got it, by the mean, they got at the bird. :P

tapi disini dikatakan....
people tend to take the "mean of value" decision instead take a black-white decision
there is always be a room for compromise...
due a lot of reason....
it is so hard to say black on white...


but about ALLAH SWT command.....
do you still want to compromise it ???


why ??
afraid to make confrontation with people ?????
this is the reason I didn't like statistics

statistics seems can show us the truth...
but truth not always been saw.
and what people saw can be manipulated
just like statistical data....


ya ALLAH, mudahkan jalanku mencari MU ya ALLAH
( musholanya bang Zak dimana sich?? yg di sinetron "PENCARI TUHAN" tea??? )
ya ALLAH, terima taubat ku.... :((


harus di sadari,
kita hidup di arus jaman yg kuat...
lingkungan akan sangat mempengaruhi kita

berita2
tayangan2
tontonan2
dan segala macam bentuk informasi dengan sangat mudah kita dapatkan
masuk ke dalam pikiran kita
dan mempengaruhi pola pikir kita...
"kepercayaan" kita




yeah...
smarter me just say...
I don't have any plan...
( karena bagaimana pun juga maha rencana hanya dimiliki ALLAH SWT )

but
I didn't planned it,
just knew it would happend







Sunday, March 09, 2008

ayat-ayat cinta (3)


okay
mari kita lanjutkan...

mungkin skarang tulisanku akan sedikit "menyerang" dri sebelumnya....

and
"PART" of these story is happen to me


dulu....
pernah ada cowo-akhwat yg pacaran....
sebenernya awalnya cowo ama cwe sich..
karena kuatnya pengaruh LDK kmpus dan alhamduliLLAH dech...
si cewe dapat hidayah dan berubah menjadi akhwat ( ngerti kan maksudku )
sedangkan si cowo...
masih menjadi cowo, ( sbenernya juga mendekati jadi ikhwan-ikhwan juga sich )
(
g tau kenapa,
liqo sepertiny lebih efektif di kalangan akhwat....
coba liat aja
bandingkan jumlah akhwat dengan jumlah ikhwan disekitar kita...
lebih banyak akhwat kn ???
)

someday..
(this story not comfirmed)
liqo si cwe minta untuk tidak pacaran lagi ... a.k.a putus ama pacarnya...
terlepas adanya masalah apa antara cowo itu dan akhwat itu...
soalnya sepertinya g ada masalah tuh, mereka baik2 aja kok

sekarang mulai muncul pertentangan antara kata "pacaran" ama "ta'aruf"

"pacaran" menurut akidah emang g bisa dibenarkan juga...
karena lebih mendekati zinah.... dengan segala dalilnya
( yg sbnernya aku setuju,(g penting juga aku setuju ato g, fiqihnya dah gitu kok??? :P ))


namun...
tetaplah tidak bijaksana untuk menjudge pacaran itu adalah suatu hal yg haram....
memang konsep pacaran untuk jaman sekarang udah sangat jauh salah arah....
dan hukum islam yg cendereung preventif, let say no for everything that not safe.


tapi, menghakimi tanpa hikmah( tanpa tau duduk persoalan sebenernya )
juga bisa berakibat neraka tanpa hisab.....
( nah lo, pak Hakim... hati-hati... neraka tanpa hisab itu serius lho :P )


tidak bermaksud menghakimi...
semoga ceritaku ttp obyektif...

selama mereka pacaranya...
si cowo alim-alim aja kok, ( hampir menjadi ikhwan juga )
dan aku rasa mereka juga ga begitu macam2 klo pacaran...
( jalan bareng, antering pulang, boncengan,
klo pegangan tangan itu salah, ( emg salah sich :( ) yaaaaa, mereka emg berdosa )
tpi sepertinya tidak mendekati zinah dech...

atau ini cuma masalah yg sperti dceritain "HITCH"

jadi klo mo deketin cewe,
deketin juga temen-temennya....
.
kalau persetujuan temen cewe sangat lah penting dalam menjalin hubungan dengan cewe...
( makanya "pencomblangan" lebih populer di kalangan cewe kn ??? )


tunggu dulu...
untuk mendapat persetujuan dari liqo nya
cowo itu kudu lebih "ikhwan" dong...
atau emg kudu ikhwan aja yg pntas bersanding dengan akhwat
sudah "ikhwan",
ato menuju "ikhwan"...
???
ini sedikit menjelaskan klo
pelaku ta'aruf memang dari kalangan itu saja....
like has been confirmed by my akhwat friend:

LINGKARAN ITU EMANG ADA

(hmmmmmmmmmm,
mungkin spertinya aku kudu lebih memperjelas
siapa / apa yg di maksud akhwat dech......
g ya....
)



ntar dulu dech yg itu...
jadiiii..................
kmarin-kmarin setelah beberpa lama
aku ketemu si cowo
dengan keadaan yg menurutku cukup memprihatinkan...
g ada ikhwan-ikhwannya banget....
g mencerminkan muslim banget
( tpi masih suatu pemandangan yg normal di budaya pop sich..
g hancur2 amat sich, untuk budaya pop,
g sampe jadi "brengsek kok
tpi "hancur" aja, klo dari kacamata tarbiyah
sooo, jangan mikir trlalu jauh ya...
scale may differ
)

pacaran emg banyak sisi negatifnya...
tapi knp tidak dilihat sisi positifnya juga ???
klo saja permintaan liqo untuk menyuruh putus itu tidak ada...
( yakini juga liqo meminta itu dgn alasan)
mungkin si cowo g "sehancur" sekarang....


bercermin dari situ...
aku cm merasa I knew the position...

ada pepatah...
woman can complete a man
completely good, or completely bad


sejarah mencatat.....
semua keberhasilan pria dalam sejarah, tidak terlepas dari wanita disampingnya
bahkan RasuluLLAH SAW tak terlepas dari dukungan Siti Khadijah RA

tapi sejarah juga mencatat
Perang Dunia I dan II bermula karena urusan wanita
walo karena wanita juga itu berakhir

so please woman...
realize your cast in this world....
not only became nuemman machine...


I've been there..., or being there...
dalam kesendirian ku...
rasanya banyak banget godaan yg kupikir adalah godaan yg ringan,
untuk aku yg dulu...
tapi knp aku begitu lemah dalam menghadapi cobaan2 ini ?
hmpir kalah malah...
atau sudah ???



islam sudah sangat menjelaskan prosedur yg jelas untuk hal ini
karena memang pernikahan memang masalah yg sangat krusial...
( ya pasti lah ),
tapi jujur aja, aku merasa untuk urusan 1 level dibawah pernikahan

penjelasan ttg ta'aruf adalah satu-satunya clue
cukup jelas sii....
step-by-step...


ikhwan mulai mendekati akhwatnya melalui liqo / guru ngaji nya,
tuker-tukeran biodata / cv ( jadi mikir kontak jodoh :P)
lanjut...
dipertemukan dibawah parental advisory untuk memastikan keseriusan dan menjaga hal-hal yg diinginkan :P
jika proses ini berjalan baik...
seminggu / 2 minggu adalah term yg cukup untuk naik ke level selanjutnya (pernikahan)...


pernikahan bukanlah hal yg seharusnya dipersulit, tapi tetep bukan hal yg mudah untuk diputuskan.


tapi yg aku rasakan adalah
prosedur itu hanya bisa bener2 dijalankan di kultur yg islami banget...
dimana pelakunya ikhwan, akhwat dan di lingkungan tarbiyah...
untuk budaya yg telah terlanjur ter-asimilasi seperti di Indonesia
terutama lingkunganku (jakarta) ...
( atau yg terjadi padaku hanya anomali ? )
aturannya g begitu jelas ( bagiku )
yg terjadi adalah pemaksaan aturan (atau menegakan aturan tanpa memberi pilihan....)
( yaaa, emg kudu gitu sich, aturan dibuat bukan untuk dilanggar)
ehmmm....
emg g bs ya, mencari jalan tengah ???
( sepertinya ini membuatku masuk ke dalam golongan "orang-orang pencari celah")
mungkin ini menjadi semacam "proses seleksi" untuk mendapatkan akhwat....
tapi kok malah tarbiyahnya jadi seperti g ikhlash...
tarbiyah nya untuk mendapat ridho ALLAH SWT
atau mendapatkan akhwatnya....????
( emg g boleh ????
bagi cowo, sebenernya setiap pergi berperang, mereka siap untuk kalah...
mereka siap untuk merasa gagal / digagalkan, but decisioned after the fight
)

even kalo at the decisive point si akhwat bilang g bisa dilanjutkan ta'aruf nya
itu adalah hal yg bisa diterima cowo ( harusnya sich.... :P , with a good reason please)
tapi setidaknya... si cowo bisa mendekati untuk menjadi ikhwan / ato bisa menjadi ikhwan...
( dan dapat dengan mudah mencari akhwat-akhwat lain :P )
atleast at this point DAKWAH si akhwat bisa dinilai BERHASIL kan?


ok,
this is happen to me

aku pernah mengajak ta'aruf seorang akhwat...
(cukup kufu, mungkin terlalu kufu)
sampai suatu ketika aku "ditantang" untuk menikah dengan dia...
just about waiting my readyness..

but I think its gonna be that easy, that fast
there is something about be need to be fixed first...
I didn't have heart based relationship to her yet
( and for there girls ( akhwat (this level akhwat))
its forbidden until they get married, hmmm, logical )
I just choose her, cause she met my criteria...
like Aa Gym said, choose your wife based by criteria aja,
pilihlah istrimu berdasarkan 4 perkara
hartanya...
keluarganya...
kecantikannya...
dan agamanya...... ( she only met two )
so you'll have open set for your wife...???


I'd try to believe that...
( even I know, my wife is an exact one, who have all connection to me,
katanya "wanita-ku" adalah tulang rusukku yg hilang kan ???
so, my wife ( whoever it would be ) is not an open set )

trying to think that I would get "other connection" after get married...
klo emang di-ridhoi ALLAH SWT, pasti diberikan kok...
katanya ala biasa karena biasa
katanya witing tresno jalaran soko kulino ( bener ga sich ? :P )

even I knew
I wouldn't even touch her ( cause hijab thinks )
before we get married.
but I'm also knew, I won't touch any girl that I didn't really knew intentionally...
( hi, it's crowd society I'm livin' in :P )

I mean to start heart connection initialiation before I get married..

one thought....
kalau aku bener2 menikah dengan akhwat itu...
dengan blum adanya hubungan perasaan yg cukup kuat terjalin...
berharap akan tumbuh setelah menikah....
pasti ada masa2 dimana mereka "berhubungan" tanpa "perasaan"
halal siiiiiiiiiich... tapiiiiiii..........



ga tau sich...
ada temen akhwat ku yg mengalami itu,
toh anaknya lahir tepat sembulan bulan setelah mereka menikah....:p



gimana sich van ???
(seems like complicated me ???)
ga kok
I just expecting what every one expect...
a perfect marriage.
with ridho ALLAH SWT
with parents blessing
with friends support
with KUA administrative also....

pernikahan kan bukan hanya menyatukan 2 orang
tapi juga
2 keluarga
2 komunitas juga kan ??
dan terpenting izin dari YG DIATAS



but still
THANX GOD
ALHAMDULILLAH aku ga jadi menikah dengan akhwat itu...
( she drop the ta'aruf a.k.a she dump me :( )
terlepas dengan implikasi negatif kejadian itu....
itu tetep bagian hidup yg hanya bs aku syukuri
tapi juga harus kukubur dalam-dalam...



mulai kepanjangan
ntar aku lanjutin lagi...
sorry klo masih ide yg gantung....
....
...
..
.