Friday, September 12, 2008

karena Ikhlas lebih berat daripada Sabar


3 tahun
tersiksa atas sebuah pengharapan.....
kukatakan itu sebuah kesabaran....
luka-luka hati tergores bukti pengorbanan..... ( dan bukan hanya padaku)
kukatakan itulah perjuangan....
tak terhitung berapa kali kulewatkan kesempatan.....
kukatakan itulah arti istiqomah.......


kini....
kuharus beranjak dari kata-kata itu...
pada sebuah kata yg bermakna lebih...

sebuah kata yg dulu hanya kuharap untuk diberi....
ternyata memang harus kulakukan sendiri...



terbuai oleh rasa kata itu dari orang yg MEnyayangi....
menagihnya pada orang yang DIcintai......



sadar.............
kata itu tidak bisa diserahterimakan....
bahkan dalam bentuk kata......


tidak dari seorang ahli ibadah....
tidak dari seorang pendakwah....
tidak dari seorang haji atau hajjah....
tidak dari seorang muslim kaffa...
apalagi dari seorang pengharap....



IKHLAS

karena ikhlas lebih berat daripada sabar....
karena ikhlas lebih dari sekedar memberi...
( dan pada dasarnya bukan juga tentang menerima)
karena ikhlas mungkin tentang melupakan....

karena ikhlas adalah tentang kepercayaan pada ALLAH SWT
bukan pada apa yang kita tahu....

bahasa avatarnya....
ikhlas terletak pada kepercayaan pada ALLAH SWT
terhalangi oleh kepercayaan diri dan egoisme.....

tapi....
pelaksana ikhlas adalah hati....
tak penting apa yg akal pahami....

kapan ikhlasku tereksekusi?????
bagiku juga masih misteri.......





namun.....
apakah ikhlas harus identik dengan ketidakberdayaan.......